Pagi ini dia bangun pukul 07.30. Memang sengaja. Kenapa? Karena hari ini ada "pesta besar" dalam beberapa bulan terakhir dimasa kelas sepuluhnya. Walaupun beberapa hari kedepan ia juga akan mendapat makan gratis lagi. Namun kali ini berbeda. Hari ini ada pesta makan-makan bersama teman-temannya. Hemm... nyam-nyam. Walaupun menu yang disajikan cukup sederhana, tapi tak menyurutkan semangatnya pagi ini. Setelah selesai merapikan tempat tidurnya ia segera keluar kamar untuk sarapan. Belum selesai ia melahap sarapannya pagi ini, HP-nya berdering. SMS datang... Ternyata itu pesan dari salah satu temannya. Setelah selesai membalas pesan itu dia kembali berkonsentrasi pada makanannya lagi. Kemudian setelah ia meneguk segelas air putih dingin, dengan sigap Vea menyambar handuk dan mulai membayur tubuhnya dengan air yang terasa cukup dingin baginya.
Semua sudah rapi. Mulai dari atas sampai
bawah. Sambil menuntun sepeda jawanya keluar garasi Vea tetap menebar senyum
meski di garasi tidak ada seorang pun. Setelah sepedanya siap, maka sebagai
anak yang berbakti pada orang tua sebelum berangkat tak lupa Vea pamit pada
orang tuanya. Dengan riang Vea mengayuh sepedanya di jalan raya yang penuh
sesak dengan sepeda motor dan mobil. Rasanya ia sedang berada dalam lintasan
balap! Hahaha..
Beberapa menit kemudian Vea sampai dirumah
sahabatnya, Ully. Oh.. Ternyata disana sudah ada Mifta, teman sekelasnya
sekaligus teman sebangkunya apabila Vea dan Mifta masuk ke kelas XI IPS 1.
Disana, Vea dan Mifta bersenda gurau sembari menunggu Ully selesai mandi.
Tapi.. Mifta nampak tak enak badan karena perutnya sakit gara-gara terlalu
banyak makan sambal. "Hahaha suruh siapa sarapan kok pakai sambal,"
tawa Vea setelah Mifta mengakhiri ceritanya. Lima menit kemudian, Nina datang
dengan wajah cerianya. Tak lama kemudian, Putra, Adi, Halim, Cahya, Tita, Tama
dan beberapa teman lain datang secara bersamaan. Tak disengaja! Setelah itu
Halim dan Cahya sibuk membantu Ully menyiapkan semuanya. Sementara Mifta sibuk
dengan Facebook-nya, Putra sibuk dengan kegilaannya, Adi sibuk dengan
handphone-nya, Tita sibuk dengan musik kesukaannya dan yang lain juga sibuk
dengan urusan mereka sendiri-sendiri. Dan Vea? Entahlan dia sibuk dengan apa.
Dia terlihat bingung. Akhirnya dia memutuskan untuk membantu Tama membuat Es
Kelapa Muda. Setelah semua siap, dan semua personil anggota FantastiX-4
berkumpul acara inti pun dimulai: bakar-bakar ayam. Nyam-nyam. Juru masak utama
dipegang oleh Mita selaku pembakar ayam handal, disusul Fian pada posisi menata
ayam yang belum ataupun sudah dibakar lalu ada Tita di posisi bumbu, Vea di
posisi mengolesi margarin dan Putra bersama Ully di posisi kipas. Oke, semua
personil sudah siap dan... Mulai.
Tak sampai dua jam, sebanyak 32 potong
ayam sudah selesai dibakar. Hemmm, bau harum ayam bakar ini sampai di depan
hidung semua anggota FantastiX-4. Nasi, lalapan, minuman, piring, gelas, sendok
dan si ayam bakar sudah siap dan sudah tertata rapi di lantai yang sudah
dialasi tikar. Akhirnya, bak burung yang baru saja mendapat mangsa, semua
menyerbu apa yang ada di hadapan mereka. Setelah mendapat jatah satu per satu
mereka menikmati hidangan itu dengan lahap dan nikmat.
Tak sampai satu jam mereka melahap semua
hidangan itu, mereka segera mencuci piring agar tak memberatkan tuan rumah
(anak yang rajin). Baru saja selesai mencuci piring, hidangan penutup pun
datang. Buah. Namun buah itu tak hanya dimakan begitu saja, tapi dibuat
"lotisan". Waaa, mantap! Ada sambal level 1 dan 2. Level 1 terdiri
dari 11 cabai rawit dan level 2 terdiri dari 19 cabai rawit.
Setelah agak lama, Vea, Cahya dan Asa
bersepeda santai keliling desa nan sejuk dan indah. Hingga tak terasa waktu
berajak senja. Satu per satu teman-teman Vea pulang. Dan sekarang hanya tinggal
Vea, Cahya dan Halim. Entah kenapa mereka masih betah berada dirumah Ully.
Mungkin, karena disana masih banyak makanan.. Hehe.. Vea diantar pulang oleh
Ully karena sudah cukup sore. Vea cukup takut pulang sendirian sore-sore
seperti ini, apalagi dia naik sepeda. Dengan senang hati Ully mengantarkan
sahabatnya itu pulang kerumah. Jarak antara rumah Ully dan Vea tidak terlalu
jauh, mungkin sekitar 2 kilometer.
Senja kali ini terasa indah untuk Vea,
selain karena dia baru saja berpesta akhir tahun dengan teman-teman kelasnya
sebagai bentuk perpisahan menjelang kenaikan kelas, dia juga merasa bahagia
karena bisa menghabiskan sore ini bersama sahabat karibnya sejak SMP, Ully.
Mereka menghabiskan sore ini dengan tertawa bersama di teras rumah Vea.
.
0 komentar:
Posting Komentar